Selasa, 08 Mei 2012

PUISI HUJAN MALAM


HUJAN MALAM

Langit bersedih mericik air di dedaunan
Terbasahi oleh rinai hujan malam ini

Kemanapun awan membawamu pastikan hujan tetap bersamanya

Memeluk larut tanpa bulan, hujan masih saja bernyanyi
Begitu kelam di luar sana, merindingkanku karna hitamnya

Aku takut sendirian,,, termenung sejenak oleh rintiknya

Kenangan tiba2 menggelegar di fikiranku 
Bersama sejuta kisah lalu indah dan tidak

Dengan diriku dan dirimu kala denyut cinta bersemayam
Tersentak hatiku mengingatnya, segera kubuyarkan semua

Tak ada arti dan guna setapak sebelumnya

Langkah hujan masih menemani malamku
Butiran air menetes di jendela, 
kuukir namamu dalam embunnya......


Terima kasih hujanmu mala m ini, aku merasakannya

asyra funnisa

Selasa, 01 Mei 2012

PUISI SENYUMAN


senyuman



hari ini tak ada senyuman tersunggih dari bibirku
terasa sulit menampakkannya
hati telah berkoar-koar ingin memamerkannya
entah mengapa tak mudah ketika aku melihatnya
rasaku tanpa arah menyemburkan tujuannya

kau menyapaku tapi kuabaikan
entahlah, ada apa denganku?
pandanganku kini kosong tanpa cela menatapmu
kubiarkan kedua mata indah ini memalingkanya
langkahku terus berjalan, tak ingin menoleh kesana lagi
aku percaya sesuatu di depan sana sangat berharga
kupilih untuk lebih bahagia

terkadang, kita terlalu sibuk tangisi pintu yg tertutup,
hingga tak menyadari bahwa tak semua pintu itu terkunci
aku tak ingin satu senyuman, yg aku inginkan banyak tawa
menuju kebahagiaan, aku percaya itu
berat memikul senyummu, sia-sia bibirku berdusta ekspresi

ketika bibir ini tak bercuap
hanya diam yg bisa menjawabnya
hidup ini terlalu banyak drama dan sandiwara
tersenyum padahal dalam hati menangis
sedih terpancar dari cover namun terbahak-bahak dalam hati
kau sangat pandai bermain api
senyummu mampu membakar hatiku yg beku
menyayat tubuh ini, menenggelamkan fikiranku
aku tak mau senyum itu lagi, aku tidak membutuhkannya lagi
sebab itu kita memang terlahir tuk merasakan mana pahit dan manis
merasakan pijaran kehidupan yg kekal namun tiba-tiba sirna
itulah mengapa abadi itu tak akan pernah ada

lagi dan lagi senyummu kali ini tak berarti apa-apa
jika Tuhan menghendaki jalanku panjang
aku akan menemukan seberkas cahaya nantinya
entah itu senyum, tangisan, canda maupun tawa
aku akan merintisnya dengan riak
senyum itu kunanti kehadiranmu

Asyra Funnisa