Selasa, 28 Mei 2013

Secuil Peran Sastra Inggris buat Indonesiaku




Seiring dengan berkembangnya teknologi dewasa ini, manusia dituntun untuk memahami apa yang menjadi pusat pengembangan wawasan. Edukasi merupakan wadah dimana pengetahuan saling beriringan mengolah pikiran setiap manusia yang ikut serta didalamnya. Jarak yang ditempuh cukup menyita waktu, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi berlomba untuk mencerdaskan anak bangsa. Sewaktu kecil aku pernah bercita-cita ingin menjadi seorang polisi wanita, namun ketika menginjak bangku SMA cita-cita semasa kecilku pudar dan berubah haluan ingin menjadi dokter. Senang rasanya jika bisa menolong orang yang sakit, pahala dunia dan akhirat akan menanti. Selepas Ujian Akhir Nasional SMA, aku urungkan lagi niat untuk menjadi seorang dokter. Tak ada yang menyangka kalau setiap pemikiran seseorang itu dapat berubah bahkan setiap detiknya bisa siapa yang menyangka bahwa perasaan itu bisa berubah. Cita-citaku kali ini adalah ingin mencerdaskan anak bangsa, menciptakan manusia yang kreatif, inovatif, dan percaya diri. Mengapa tidak, bangku perkuliahan yang kujejaki selama 3 tahun 5 bulan di Jurusan Bahasa Inggris dengan konsentrasi Sastra Inggris mengantarkan jiwaku menjadi lebih inspiratif dalam memaknai hidup. Menciptakan sisi imajinasi diantara dunia fakta disekelilingnya. Aku ingin mengenalkan budaya Indonesia melalui pengantar sastra. Walaupun konsentrasi aku bukan Sastra Indonesia melainkan Sastra Inggris, namun masih ada kesamaan didalamnya mengenai sastra dan budaya secara umum. Cita-citaku yang sekarang adalah ingin menjadi seorang Dosen Sastra Inggris. Dengan mengemban tugas memberikan peran sebagai media pembelajaran bagi anak-anak sastra yang telah lahir di Indonesia dan membutuhkan persiapan yang matang untuk tumbuh besar dan tentunya akan membanggakan bangsa Indonesia dimanapun mereka berada. Senantiasa menjunjung harkat dan martabat sebagai Negara yang kaya akan budaya didalamnya. Hatiku terketuk untuk membuat anak bangsa menjadi tidak kaku, mampu berekspresi dengan baik, dan mengembangkan potensi apa saja yang ada pada diri anak bangsa. Melalui karya sastra berupa Novel, Drama, Teater, Musik dan Puisi, mari mengembangkan potensi anak bangsa dengan bakat-bakat yang mereka miliki tak terhingga. Apalagi anak-anak bangsa yang tersebar luas diseluruh pelosok Indonesia mulai mengembangkan budaya masing-masing di setiap pelosok daerah. Sekarang ini banyak anak bangsa yang berkarya melalui Novel, mereka menciptakan imajinasi yang tinggi sehingga mampu membuat sebuah cerita demi cerita, bahkan sudah banyak Novel yang kemudian dikemas dalam bentuk Film. Begitupun dengan Drama, Teater, Musik dan Puisi saat ini sering kita jumpai di beberapa event yang menyeleggarakan kegiatan tersebut sebagai wujud apresiasi karya sastra, dimana didalamnya ada yang mengangkat tema budaya yang diiringi dengan musik tradisional sehingga terciptalah karya satra kontemporer. Aku ingin menjadi media pengembangan potensi anak-anak bangsa yang kemudian dikemas dalam bentuk budaya. Aku ingin memperkenalkan jauh lebih dalam lagi tentang Indonesia yang kaya akan budaya dan patut dipertahankan sebagai wujud Nasionalisme dan tetap menjaga warisan leluhur nenek moyang kita. Melalui budaya kita mampu berbagi hal yang baru dan memberikan kontribusi kepada bangsa dengan mengembangkan budaya dan memperkenalkannya ke seluruh Indonesia. Banyak negara-negara diluar sana yang masih tidak tahu tentang Indonesia, bahkan letaknyapun mereka tidak tahu, nama Indonesia pun masih terasa asing mereka dengar. Maka dari itu aku ingin memperlihatkan budaya-budaya Indonesia tidak hanya didalam negeri saja melainkan bisa melanglang buana keluar negeri. Melalui karya sastra kita dapat menarik Turis untuk berkunjung ke Indonesia sebagai tempat wisata yang kaya akan macam budaya. Karena seperti yang kita ketahui bersama, Budaya adalah salah satu jenis karya sastra. Saya yakin melalui budaya yang dimiliki oleh Indonesia, bangsa kita akan berkembang. Hidup budaya melalu Sastra. Hidup Sastra Inggris, senang berjumpa denganmu J.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar