Senin, 23 April 2012

Asyra Funnisa, S.S



THE PSYCHOLOGICAL ANALYSIS OF NATHANIEL AYER IN
THE SOLOIST MOVIE

 A Thesis

Submitted to the Faculty of Languages and Literature
State University of Makassar in Partial Fulfillment of the Recruitments
For Degree of Sarjana Sastra


ASYRA FUNNISA
085214018


ENGLISH DEPARTMENT
FACULTY OF LANGUAGES AND LITERATURE
STATE UNIVERSITY OF MAKASSAR
2012

Syukur Alhamdulilah ngeliat sampul di atas ini, akhirnya selesey jg perjuangan sampai tetes darah penghabisan tuk menyelesaikan segala sesuatu yg mendukung terbentuknya SKRIPSIku. Aku berbagi history sedikit mengenai terjadinya SKRIPSI pertama dalam hidupku.#lebay

Empat  tahun bukanlah waktu yg singkat untuk meraih gelar SARJANA, yaaa sarjana itu adalah tingkat paling tinggi dari pada SD, SMP dan SMU. Kalimat alhamdulilahirabbilaalamin adalah kalimat penuh rasa syukur atas selesainya studi jenjang perguruan tinggiku di UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR. Aku telah menyelesaikan Sarjana Sastra Inggrisku disana. Bukan perkara yang mudah bias melewati hambatan dan rintangan dalam mengarungi ombak besar di Fakultas Bahasa dan Sastra Jurusan Bahasa Inggris Universitas Negeri Makassar ini, selain dibutuhkan fisik dan mental yg kuat harus jg dibarengi keikhlasan untuk mempelajari Bahasa Asing alias bukan bahasa sendiri, that is English Language.

Berikut kutipan Motto yg aku kutip dalam skripsiku :

Life is too precious to take everything for granted.
Be thankful you’re still breathing,
Because someone out there just took their last breath

                Sangat betul adanya kalimat bijak diatas memberiku semangat berkarya hari demi hari, bagaimana memaknai hidup itu lebih berarti. Yg paling patut untuk disyukuri adalah setiap hembusan nafas ini karena alangkah beruntungnya aku masih hidup dan menyaksikan dunia hingga saat ini. Jadi janganlah menyia-nyiakan hidup ini, walaupun kau telah divonis tidak memiliki umur panjang, sapa yg tau selain Tuhan Allah SWT yg bakal mencabut nyawamu nantinya, tak peduli kau sedang sehat maupun tidak. Yg jelas seperti sepernggal lirik lagu D’MASIV “Syukuri apa yg ada,, hidup adalah anugerah. Tuhan pastikan menunjukkan kebesaran dan kuasanya, bagi hambanya yg sabar dan tak kenal putus asa”.
                Baiklah kembali kepada studi yg telah  kuselesaikan, selama mempelajari sastra di bangku perkuliahan banyak yg bias kupetik. Belajar Sastra itu sungguh menyenangkan, tak ada kata tegang selama menaklukkannya. Intinya Sastra itu tidak membosankan.  Sedikit background tentang sastra:
       Literature, unlike Mathematics and Physics, is not an exact branch of knowledge. While in Mathematics 2 multiplied by 2 equals 4, it doesn’t have to be that way in literature. This is the main reason why when it comes to the question of what literature is there is no exact definition.  Literature is a term used to describe written or spoken material. Broadly speaking, "literature" is used to describe anything from creative writing to more technical or scientific works, but the term is most commonly used to refer to works of the creative imagination, including works of poetry, drama, fiction, and nonfiction.
         Literature represents a language or a people: culture and tradition. But, literature is more important than just a historical or cultural artifact. Literature introduces us to new worlds of experience. We learn about books and literature; we enjoy the comedies and the tragedies of poems, stories, and plays; and we may even grow and evolve through our literary journey with books. Ultimately, we may discover meaning in literature by looking at what the author says and how he/she says it. We may interpret the author's message.
                      Jadi sangat betul adanya belajar Sastra itu sangat menyenangkan dan tidak membosankan. Dari Sastralah akhirnya aku mampu menuangkan judul skripsiku “The Psychological Analysis of Nathaniel Ayer in The Soloist Movie”. Yaa film adalah analisisku dalam skripsi. Aku menjatuhkan pilihan analisisku terhadap film. Kalau berbicara masalah film siapa sih yg gak suka nonton di dunia ini?. Ya hampir semua orang menyukainya. Bahkan aku mempunyai impian jika kelak ada masa dimana aku bisa jadi seorang Sutradara  terkenal dalam sebuah film dan bersaing dgn Sutradara ternama di Hollywood sana, hahaggg aminyarabbalalamin. Impianku yg satu itu kpn yaa tercapai?. Entahlah !!!!.
                   Aku paling suka kutipan ini “Even when it is ugly, literature is beautiful”. bisa ngebayangin saking mempesonanya kharisma Sastra. Saya juga memiliki impian tuk menjadi seorang Sastrawati, nah loh? Gak mungkin kan jd Sastrawan, kalau Sastrawan nama buat lelaki sedangkan Sastrawati nama buat wanitanya. Setuju gak???. Hahahaha ada-ada ajja yeeee :p.
                   Bikin Skripsi itu susah loh, nyari judulnya ajja sama kayak nyari sebutir beras di atas tumpukan jerami. Kebayang kan? Amazing banget ketika aku ngajuin 10 judul jadi 3 judul kemudian terpilihlah berdasarkan rapat intern aku dgn pembimbing-pembimbing tersayang. Nyari judul itu sama seperti keliling dunia mencari sesuatu. Bukannya gmn yaa, kalau punya judul itu musti nyari yg belum pernah muncul atau bahkan sama dgn punya orang-orang sebelumnya yg terlebih dulu menjadikannya dalam bentuk skripsi. Aku rajin bgt nentengin Skripsi-Skripsi senior di Jurusan kampus, belum lg ke perpustakaan demi perpustakaan dan pastinya mbah Google banyak membantu dalam hal seperti ini. Tak lupa jg niat, usaha dan doa yg senantiasa kupanjatkan kpd Allah SWT yg selalu menolong hambanya dlm sekelumit masalah yg terjadi selama terbentuknya Skripku yg berjudul “The Psychological Analysis of Nathaniel Ayer in The Soloist Movie”. Aku selalu percaya Allah tidak akan member cobaan di luar batas kemampuan hambanya.
                   Proses yg panjang, lika-liku permasalahan dalam perjalanan menyelesaikan SKRIPSI aku jalani dgn ikhlas dan tabah, terkadang kesabaran itu sudah diluar batas, tidak bisa terbendung. Tapi lagi-lagi masalah waktu, aku hanya bisa bilang semua akan indah pada waktunya.
                   Paling stress waktu nyari Scriptnya film yg bakal aku analysis, aku nyari di internet selama berbulan-bulan hasilnya nihil. Dan yg lebih parahnya lg tmn2 yg lain yg jg ikut menganalisis filmnya bisa nemuin script filmnya di internet. Huaaaaaa, aku mulai frustasi, well  tak ada jalan pintas, terpaksa aku memilih dua hari dua malam tidak tidur di depan TV demi mencatat satu demi satu percakapan setiap actor dan aktris dalam film yg aku analisis, Oh My God can you imagine that?. Tapi semua itu akhirnya dapat terselesaikan dgn baik berkat ketekunanku menatap layar TV dua hari dua malam. Selamat yaa buatku. Tau gak yg lbh parah lg waktu nyusun skripsi kemarin berat badanku yg ideal turun drastic, berkilo2 turunnya, hebaaaaattttttt. Gimana gak turun, aku kena Insomnia gara2 ngerjain skripsi, makan ajja sampe lupaaaa. Betul2 pengaruh skripsi ini bikin aku sempat jatuh sakit, dan yg lbh parahnya sakitnya tuh menjelang seminar. Mampuslah diriku!!!!. Tapi masih ada puskesmas yg telah menyelamatkanku hari H seminar. Thanks yaa ibu2 puskesmas Antang.
                   3 tahap yg musti dilalui adalah seminar proposal, seminar hasil, dan ujian meja. Kalau mau menoleh ke belakang melihat itu semua ingin menangis rasanya. Buat nyampe kesana tuh gak gampang, hikss hiksss :’(. Tapi lagi2 masalah waktu yg menjawabnya, ALL IZ WELL, lagi2 aku setuju bahwa Allah tidak akan member cobaan kpd ummatnya di luar batas kemampuannya. Setujuuuuu!. Selalu saja ada rintangan ketika Skripsi itu ingin diseleykan, diantaranya badai matahari, badai salju, angin tornado, angin putting beliung, tsunami, nah lho, hahahaha gak lah, yaaa masalah keluarga, teman2, sahabat2, bahkan sampe putus cinta itu ganggu bgt konsentrasiku dalam menyelesaikan Skripsiku tercinta. Pada saat itu aku mulai membanting fikiran tuk lebih mendekatkan diri kpd yg di atas ALLAH SWT tentunya dan berusaha untuk focus demi masa depan yg cerah. Fighting!!!!!. Dan semuanya berbuah manis tentunya, berkat doa, usaha dan harapan terciptalah Skripsi yg telah dinantikan kehadirannya.
                   Aku sangat berterima kasih kpd orang tua yg selalu mensupport, pokoknya semua keluarga yg tetap membagi spiritnya kepadaku. Specially my beloved father, he’s my real inspiration.
                   Dengan bangganya aku bisa menerima tittle pertamaku

Asyra Funnisa, S.S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar