Sabtu, 28 April 2012

Puisi Malam


PUISI MALAM

Sinar mentari perlahan hilang
Senja berubah malam
Kududuk sendiri di bilik jendela kamarku
Kuambil gitarku, kumainkan sebuah nada
Bersama secangkir kopi menghangatkanku



Semakin larut bintang bertaburan
Kumenunggu jatuhnya salah satu bintang disana
Aku pernah mendengar pepatah
“jika kamu melihat bintang jatuh, buatlah permohonan dan pasti akan terkabul”

Aku mulai menunggunya
Dan masih menunggunya dengan lanjutan nada yg kudendangkan

Begitu sunyi malam ini
Aku hanya berkawan bintang, gitar dan secangkir kopi
Aku masih menunggu bintangku
Tiba-tiba cahaya putih yg berkedip-kedip itu jatuh
Dan aku mulai membuat sebuah permohonan dalam hati

Tuhan, pertemukanlah aku dengannya sekali lagi
Aku tak sempat membalasnya ketika dia masih ada
Aku merindukannya di setiap detik nafas ini
Jika ada kehidupan kedua ijinkanlah ku berbagi rasa dengannya
Hanya maaf yg bisa terlontar dalam mimpi
Karena kenyataannya kita tak dapat bertemu lagi
Walaupun dunia tak menyatukan kita namun kuyakin
Keabadian menghampiri kita berdua kelak

Asyra Funnisa



Tidak ada komentar:

Posting Komentar